Teknologi Paling Mutakhir dan Hakiki

Teknologi ini sudah ada berabad-abad lamanya bahkan mungkin sejak pertama kali peradaban ada. Tetapi sedikit sekali yang menggunakannya mungkin karena meragukan kecanggihannya.

Semakin dewasa seorang manusia maka semakin kompleks masalah yang dihadapinya. Kadang yang kecil pun menjadi besar karena sedikitnya motivasi dibanding kepanikan yang melanda. Mereka yang beragama lantas akan selalu berkeluh kesah kepada pencipta berharap diberi kekuatan mengarungi kehidupan menyelesaikan setiap masalah yang ada.  Continue reading

Pemikiran Pribadi : Blue Ocean Strategy dan Branding Diri

Strategi dua sejoli, yaitu Red dan Blue Ocean Strategy dalam hal kompetisi menggaet pasar oleh perusahaan. Sebetulnya ada pula Purple Ocean Strategy namun penulis tidak akan membahasnya lebih lanjut. Adalah hal menarik melihat strategi perusahaan ini jika kita adopsi ke kehidupan sehari-hari spesifiknya mengenai branding diri.

Sebelum membahas lebih lanjut adaptasi strategi tersebut di kehidupan, penulis akan sajikan pengertian secara singkat mengenai dua teori ini. Continue reading

Khan Academy : You Can Learn Anything

Ada yang menarik di telinga penulis siang ini. Dalam salah satu mata kuliah yang penulis jalani, dosen pengajar memberi satu pengetahuan yang membuat penulis latah jika tidak menelusurinya. Di zaman yang serba berbayar ini ternyata ada manusia mulia yang menciptakan website free access terkhususnya untuk edukasi. Continue reading

Einstein has warned us

“Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will spend its whole life believing that it is stupid.”  -Albert Einstein

Salah satu quotes favorit yang penulis temukan di sebuah buku untuk Albert Einstein. Pembaca juga sekilas telah memahami betul apa esensi dari quotes tersebut. Continue reading

Hal Kecil, Katanya.

Mudahnya lidah kita berkata sayang terhadap kekasih, sahabat atau bahkan kepada manusia yang prematur keakrabannya dengan kita. Coba hitung berapa kali bahkan tidak pernah anda mengucapkannya kepada Ibunda yang sebenar-benarnya kekasih yang tulus secara langsung bukan melalui status maya yang tak bisa mereka lihat apalagi balas.

Inilah salah satu keromantisan Tuhan kepada hambanya. Saya sendiri sudah mencobanya, sebesar Himalaya masalah tersebut seketika berubah jadi batu kerikil karenanya.

Saya hadiahkan juga video berikut untuk rekan pembaca dari berbagai pandangan  anak-anak Adam berikut.

Selamat merasakan keromantisan Tuhan satu ini.

Salam,

Idrus

Kapan Menangis Terakhir untuk Tuhan?

See it

A Dreamer (orirabowo)

Kawan, pernah kau menangis untuk Tuhan?

Baik itu sebagai tanda penyesalan atas dosa yang kita buat. Atau juga sebagai tanda syukur atas nikmat Tuhan yang diberi.

Alangkah indahnya air mata yang jatuh itu. Air mata yang tidak bisa dibuat. Yang murni dari lubuk hati kita yang paling dalam.

Kuyakini semua dari kita, pernah menangis untuk Tuhan. Tapi pertanyaan besarnya adalah kapan kita menangis terakhir untuk Tuhan? Atau sudah tak pernah lagi kah kita menangis untuk Tuhan?

Alangkah sedihnya bila kita sudah tak bisa lagi menangis untuk Tuhan. Kemana hati yang dulu, yang sangat peka atas rasa syukur atau rasa penyesalan atas dosa-dosa yang kita lakukan. Sudah hilangkah rasa itu?

Kawan, rindu ya rasanya dengan momen dimana kita bisa menspesialkan air mata untuk Tuhan. Disaat itu kita benar-benar seperti berdua saja dengan-Nya. Kita melakukan percakapan dengan suara yang lembut dengan Dia yang menyimak satu demi satu kata yang keluar dari mulut…

View original post 114 more words