Konferensi Asia Afrika 2015 : Perhelatan Enam Dasawarsa

Tepat 14.57 kaki kanan mendahului menapak stasiun Bandung. Kebiasaan macet di Jakarta membuat penulis tidak begitu percaya dengan jadwal tiba transportasi umum. Ternyata salah. Sungguh tepat waktu sang kereta api.

Ini ketiga kalinya penulis ke Bandung dan impresi kota kembang selalu berubah tiap kali kesana. Bukan tanpa alasan penulis menapakkan kaki ke Bandung kurang lebih selama satu hari kemarin. Perayaan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung 10 tahun sekali sangat sayang jika dilewatkan dan penulis diberi kesempatan menjadi salah satu suksesor acara tersebut. Penulis pribadi pecinta kota Bandung via dunia maya. Setiap berita pembangunan infrastruktur ataupun info berkaitan Bandung selalu penulis baca habis. Kagum melihat inovasi-inovasi sang walikota, bapak Ridwan Kamil dengan apiknya membuat kota Bandung tertata dengan baik.

Sebenarnya perhelatan KAA berlangsung selama tujuh hari namun penulis hanya bisa hadir di sabtu dan minggu.

Video Mapping Gedung Merdeka

Video Mapping Gedung Merdeka

 

Video Mapping

Sesuai namanya, video mengenai sejarah KAA diputar langsung dengan latar Gedung Merdeka, saksi nyata KAA 60 tahun silam. Beruntung sekali penulis berkesempatan menyaksikan videonya secara langsung. Video ini dibuat oleh studio kreatif 9 Matahari. Penulis merasa puas walaupun harus berdesak-desakan berjuang untuk menyaksikan video ini dari tempat strategis.

Parade Dago dan Pendopo

Parade Nasional

Selanjutnya di minggu siang ada parade pakaian-pakaian khas negara KAA dan nasional. Tidak kalah ramainya dengan video mapping yang membuat penonton harus berjuang berdesak-desakan untuk melihat langsung parade ini.

Walaupun menyesal tidak bisa mengikuti perhelatan KAA selama tujuh hari penuh karena penulis sedang masa ujian tengah semester. Tetapi penulis puas dengan dua hari menyukseskan dan menyaksikan rangkaian acara KAA tersebut.

Ada hal-hal menarik yang membuat penulis tidak langsung melangkahkan kaki kembali ke Ibu kota. Taman-taman dan tempat rekreasi di Bandung juga tidak luput dari rencana perjalanan penulis kemarin.

Taman Jomblo

Taman Pasupati atau Taman Jomblo

Kreatif sekali bapak Ridwan Kamil. Bagaimana tidak kolong jembatan yang biasanya enggan untuk kita singgahi dan merupakan tempat bagi kalangan menengah bawah dipoles menjadi tempat yang menarik. Taman Jomblo. Ya namanya begitu ntah maksudnya apa nanti sangat menarik melihat remaja-remaja Bandung yang kebanyakan aliran hardcore mendapat perhatian khusus melalui disediakan tempat seperti ini.

Taman Film

Taman Film

Meluncur kebawah sedikit dari Taman Pasupati ada Taman Film. Ya sesuai namanya disini adalah tempat nonton bersama dan juga sekaligus berkumpul bersama keluarga. Ada juga skateboard track dan dengan alas rumput sintetis membuat nyaman untuk duduk lama disana. Penulis sendiri sempat tidur nyaman untuk beristirahat sejenak disana.

Taman Musik

Taman Musik

Disediakan juga tempat untuk warga Bandung menghibur diri dengan alunan musik khas kreatif Bandung. Dengan desain yang unik dan dibuat tempat duduk melingkar serta adanya instrumen-instrumen ala musik membuat taman ini sangat menawan. Penulis tidak sempat untuk mampir lama di taman ini dan hanya sekedar lewat. Jika tidak sedang ada aktivitas musik biasanya dijadikan lapangan basket.

Alun Alun

 Alun Alun

Satu lagi tempat nyaman untuk disinggahi. Disini semua warga Bandung berkumpul dari yang kecil sampai yang tua. Sungguh pemandangan yang jarang sekali terlihat di era modern ini. Disini kita masih bisa menyaksikan anak kecil berlari-lari bermain bola. Ibu-ibu berbicara mengenai hobi dan masakan. Penulis bernostalgia dan terharu melihat kondisi oriental yang masih bisa terjaga di zaman modern ini.

Sekian mengenai perjalanan penulis di Bandung selama dua hari. Beberapa tempat masih ada yang penulis singgahi sebenarnya. Tetapi tempat-tempat diatas utamanya yang layak untuk disinggahi pembaca untuk menepis rasa penasaran.

Nantikan cerita mengenai kota Indonesia lainnya.

I love BANDUNG!

Salam,

Idrus

Depan Gedung Merdeka

Depan Gedung Merdeka (Ramai Sekali, alhasil ada ibu dan bapak ikut eksis juga)

Yes. I Love Bandung!

Yes. I Love Bandung!

Hormat untuk Bung Karno

Hormat untuk Bung Ali

Depan Tugu Bola Asia Afrika (Rada gagal fotografinya)

Depan Tugu Bola Asia Afrika (Rada gagal fotografinya)

Advertisements

4 thoughts on “Konferensi Asia Afrika 2015 : Perhelatan Enam Dasawarsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s