Pemikiran Pribadi : Blue Ocean Strategy dan Branding Diri

Strategi dua sejoli, yaitu Red dan Blue Ocean Strategy dalam hal kompetisi menggaet pasar oleh perusahaan. Sebetulnya ada pula Purple Ocean Strategy namun penulis tidak akan membahasnya lebih lanjut. Adalah hal menarik melihat strategi perusahaan ini jika kita adopsi ke kehidupan sehari-hari spesifiknya mengenai branding diri.

Sebelum membahas lebih lanjut adaptasi strategi tersebut di kehidupan, penulis akan sajikan pengertian secara singkat mengenai dua teori ini.

Red Ocean Strategy

kondisi dimana kita bersaing pada pasar yang sama dengan pesaing. Pasar ini tentunya dihuni oleh banyak pelaku bisnis yang secara bersama-sama bersaing dan turut membesarkan pasar yang ada. Karena begitu banyaknya pelaku bisnis pada pasar ini suasana persaingan akan begitu sengit.

Dengan adanya persaingan tersebut akan memunculkan posisi perusahaan pada persaingan yaitu mulai dari market leader, challenger, follower dan neacher. Tentunya tiap-tiap posisi punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Pada red ocean ini setiap pelaku bisnis akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat memenangkan persaingan dan menjadi market leader. Dengan kondisi tersebut maka tidak heran pada red ocean akan timbul persaingan yang tidak sehat, saling menjatuhkan dan berusaha ”mengahabisi” setiap pesaingnya.

 

Blue Ocean Strategy

strategi yang menekankan bagaimana perusahaan untuk tidak memenangkan persaingan dengan cara melakukan strategi head-to-head dengan pesaing. Dengan kata lain jangan bersaing di gelanggang atau pasar yang sama. Tetapi, bukalah pasar baru dan buat pesaing menjadi tidak relevan. Tidak relevan karena pasar yang kita ciptakan mempunyai rule of the game yang baru. Dengan demikian, pesaing menjadi tidak relevan lagi di mata konsumen. Sehingga bisa dikatakan bahwa blue ocean ini merupakan kebalikan dari red ocean. Memang tidak mudah untuk mengimplementasikan strategy blue ocean ini, diperlukan kejeniusan, kreativitas dan kecerdesan dalam melihat pasar. Banyak pelaku bisnis karena kurangnya perhitungan dan dukungan finansial yang cukup akhirnya berhenti ditengah jalan. Sebab strategi blue ocean ini dalam implementasinya memang membutuhkan biaya yang sangat besar hal ini dilatarbelakangi bahwa setiap aktivitas perusahaan mulai dari promosi, edukasi, dan sebagainya dilakukan secara mandiri tanpa ada dukungan dari kompetitor dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Korelasi Strategi

Setelah melihat pengertian dari dua strategi tersebut pembaca sendiri mungkin telah menyadari akan kemana maksud strategi tersebut jika di aplikasikan ke kehidupan.

Sebut saja Red (Orang yang menggunakan Red Ocean Strategy), secara gambaran mereka adalah orang yang selalu ingin jadi yang terbaik dimanapun mereka berada dan akan melakukan segala cara untuk mewujudkannya. Mereka akan selalu melihat semua orang yang memiliki usaha serupa adalah saingan. Seumur hidup mereka dihabiskan untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik dan terkadang sampai benar-benar “mematikan” kompetitornya jika kalah bersaing. Pola pikirnya adalah hukum rimba, siapa yang kuat dia yang dapat bertahan. Pembaca sendiri pasti pernah melihat orang-orang tipikal Red ini di kehidupan. Tidak sedikit dari mereka yang berujung depresi karena gagal dalam bersaing memperebutkan yang terbaik.

Berbeda dengan Red, Blue (Orang yang menggunakan Blue Ocean Strategy) adalah mereka yang selalu memiliki ciri khas tersendiri dan dapat dikatakan unik dalam persaingan. Mereka tidak melihat lawan mereka adalah saingan bahkan mereka menganggapnya sebagai peluang yang dapat membantu kesuksesan mereka. Tidak mencoba untuk jadi yang terbaik dalam segala hal namun berbeda di satu hal dalam artian positif dan unik. Mempunyai karakter khusus yang membuatnya sangat mudah dikenali semua orang. Blue melihat orang lain sebagai aset mereka dan bukan seorang kompetitor. Pembaca tentu pula sering menemui Blue ini, mereka biasanya orang yang ceria dan memiliki keahlian khusus ataupun atribut khusus sehingga tidak lama untuk mereka mendapatkan tempat spesial di ingatan pembaca.

“Yang terbaik akan selalu diperebutkan, Yang unik akan selalu dirindukan”

Sekian,

Salam,

Idrus

Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s