Seorang Kaya Rentan Penyakit Mematikan dibanding Seorang Miskin, Tanya Kenapa?

Pengalaman hidup yang hampir 20 tahun membuat penulis penasaran mengenai fenomena ini . Penulis memaparkan beberapa sumber apik mengenai apa sebenarnya yang menjadi penyebab utama dan sudah nyata bahwa makanan yang kita konsumsi tidak sepenuhnya membuat kita terhindar dari penyakit mematikan. Dalam kelompok perekonomian yang berkecukupan, kita sebut saja orang kaya, mereka selalu hati-hati dalam memilih makanan yang dikonsumsi tiap harinya dan menambahkan suplemen khusus untuk kesehatannya. Berbanding terbalik dengan kelompok perekonomian lainnya, mereka yang penting makan saja sudah bagus atau kita sebut juga makan serabutan. Namun, kenyataannya orang kaya lah yang banyak menderita penyakit lebih mematikan seperti stroke, jantung, kanker dan sebagainya. Secara gizi jelas mereka lebih unggul lalu apakah yang sebenarnya membuat penyakit-penyakit tersebut hinggap di tubuh yang penuh gizi tersebut?

Penyakit itu sebenarnya berasal dari fisik atau pikiran kita?

Semua penyakit berasal dari pikiran kita. Mulanya yang disebut “Saya” itu tidak ada, jadi konsep kata “Saya sakit” itu juga tidak ada. Ketika sebuah penyakit itu mulai timbul, jika kita bersikeras untuk menolaknya dan tidak membiarkan konsep “Saya sakit” itu ada di dalam pikiran, maka penyakit itu akan segera pergi.

Tapi Anda semua terlalu lemah. Anda sering berpikir, “Oh! Saya merasa sakit. Saya sedang tidak enak badan”. Sering berpikiran seperti ini dapat mendorong sebuah pintu terbuka. Mulanya pintu ini hanya terbuka sedikit; namun karena Anda terus berpikiran akan “jatuh sakit”, pintu yang terbuka sedikit ini didorong semakin terbuka lebar dengan kekuatan negatif Anda. Segera setelah pintunya terbuka lebar, penyakit itu secepatnya masuk ke dalam tubuh Anda.

Jika Anda setiap saat selalu berpikiran jernih dan tidak membiarkan pikiran-pikiran buruk apapun datang, maka tidak ada penyakit yang dapat memasuki tubuh Anda.

Terserang penyakit itu sama seperti membuat lubang pada lapisan luar tubuh. Mulanya, tubuh kita terbungkus dengan sebuah lapisan energi pelindung. Ia menjaga kita dengan melawan kekuatan negatif yang menyerbu dari luar tubuh. Ketika kita sakit, kita seperti memiliki sebuah lubang di lapisan energi pelindung tubuh sehingga penyakit dapat langsung memasuki tubuh kita melalui lubang itu. Itulah bagaimana kita menjadi sakit. Jika lapisan energi pelindung ini tetap utuh, maka penyakit tidak akan dapat masuk.

Mengapa praktisi rohani cenderung lebih sehat?

Para praktisi rohani biasanya sangat sehat sehingga mereka tidak mudah terserang penyakit, sedangkan yang bukan praktisi rohani sangat mudah diganggu oleh pengaruh-pengaruh dari luar, dan ini sama seperti membuka pintu pertama, dan mengundang penyakit datang.

Jika kita tetap tenang, suasana yang membawa petaka dapat ditanggulangi secara alami. Dengan begitu “karma tetap” kita dapat diubah, sama seperti cahaya yang dapat menghalau kegelapan. Beberapa orang sangat percaya pada ramalan-ramalan dari para dukun, misalnya pada hari sekian dan sekian mereka akan mengidap penyakit ini dan itu, atau mendapat kecelakaan di sini dan di sana atau terkena musibah. Kemudian mereka menjadi sering berpikiran takut. Segera setelah mereka berpikiran takut, itu seperti membuka sebuah pintu kecil di tubuh mereka, dan kemudian segala macam hal-hal buruk segera datang dengan sendirinya.

Tubuh ini adalah rumah kita, dan kita adalah pemiliknya. Dengan tanpa undangan dari pemiliknya, bagaimana mungkin orang lain dapat masuk? Jika Anda tetap bersikap teguh menolaknya, maka tak satu pun penyakit yang akan tinggal. Bahkan jika ada serangan flu ringan, seorang yang cukup sensitif akan dapat menyadarinya dengan segera. Namun, orang-orang yang tidak berlatih dan tidak sensitif tidak akan bisa menyadari hal-hal seperti ini.

“Yang Serupa Menarik Yang Serupa” akan menyebabkan penyakit

Apakah penyakit itu? Penyakit adalah suasana buruk yang mencari orang-orang yang bersuasana pikiran serupa dan kemudian memasuki medan aura mereka. Inilah yang kita sebut “yang serupa menarik yang serupa.”

Suasana ini akan menunggu hingga Anda sering memikirkan sesuatu, atau ia mencari orang-orang yang sering berpikiran serupa dan ia akan memasuki medan aura mereka sebagai pintunya. Kedua pikiran yang serupa ini sangat mudah tercampur, mereka dapat menembus medan aura magnetik kita, otak kita, urat saraf kita, dan menghancurkan daya tahan kita. Lalu kita akan mengidap penyakit kanker, menderita masalah saraf, atau mengidap suatu penyakit yang tidak diketahui sebelumnya.

Ini mungkin karena mereka yang berpikiran buruk memancarkan aura buruk pula di kehidupan lampau mereka sehingga aura ini kembali datang menyerap suasana buruk yang telah mereka pancarkan sebelumnya. Jadi kita seharusnya tidak menyalahkan orang lain. Kita sendirilah yang menciptakan segalanya; tapi kita dapat menghindari hal-hal buruk ini. Misalnya, jika kita menjaga tubuh, pikiran dan perkataan kita bersih dan murni dua puluh empat jam setiap hari, maka energi-energi buruk ini tidak dapat memasuki kita. Sesuatu yang berbeda sifatnya tidak akan dapat saling menyerap satu sama lain. Ketika sesuatu yang berbeda itu masuk, ia langsung disisihkan, sama seperti minyak dan air, tidak dapat bercampur.

Hubungannya dengan Kaya dan Miskin?

Seperti yang telah dipaparkan diatas kebanyakan penyakit itu datang dari pikiran kita sendiri. Kaya yang selalu memikirkan bagaimana menjaga kekayaannya, bagaimana besok menambah keuntungan bisnisnya, bagaimana seterusnya. Mereka terlalu sibuk memikirkan hal semacam itu dan tidak sedikit yang mengundang energi negatif ke tubuhnya. Lain halnya dengan Miskin yang selalu berpikir sederhana dalam melakukan hal. Miskin hanya berpikir yang penting bisa makan saja hari ini sudah cukup. Mereka lebih banyak mensyukuri setiap kesempatan yang ada tanpa mengeluhkannya.

Sesungguhnya orang kaya yang selalu berpikiran negatif dan tidak pandai bersyukur lebih miskin dari orang miskin.

Akhir kata yang ingin penulis sampaikan ke pembaca adalah pentingnya mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang positif. Beribadah, berolahraga, dan perbanyak senyuman membuat kita selalu terjaga pada pikiran positif yang akhirnya membuat kita nyaman menjalani hidup ini dan terhindar dari penyakit-peyakit yang menghalanginya.

Salam,

Idrus

Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s